Rabu, 01 Agustus 2012

Kuliah Manajemen Pendidikan


#Tugas Kuliah

“Konsep dan Tujuan Manajemen Pendidikan dan Administrasi Pendidikan”

Oleh: Lusya Uci Wardati

A.    MANAJEMEN PENDIDIKAN
1.      Manajemen dan Manajemen Pendidikan
Menurut Oey Liang Lee dalam buku Dasar-Dasar Manajemen (Manullang), Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Namun bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yaitu pertama, manajemen sebagai suatu proses, kedua, manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dan, ketiga, manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu ilmu.

Manajemen disebut sebagai seni karena ia juga merupakan suatu usaha dalam mencapai tujuan dengan menonjol keahlian, artinya memegang manajemen dengan memperhitungkan strategi bagaimana usaha untuk melakukan sesuatu Sedangkan manajemen disebut sebagai ilmu karena manajemen sebagai ilmu yang menelaah tentang tujuan manusia dalam rangka mencapai tingkat kehidupan yang lebih layak. Jadi manajemen dikatakan sebagai ilmu pengetahuan karena ia memberikan pelajaran kepada kita untuk “mengetahui sesuatu”, sedangkan sebagai seni mengajarkan kepada kita tentang bagaimana “melakukan sesuatu”.

Manajemen pendidikan, dalam definisinya dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

2.      Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan
Sebagai proses dan fungsi manajemen, berikut substansi yang menjadi garapan manajemen pendidikan:
1)      Perencanaan
2)      Pengorganisasian
3)      Pengarahan (motivasi, kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, koordinasi, dan negosiasi, serta pengembangan organisasi)
4)      Pengendalian meliputi pemantauan (monitoring), penilaian, dan pelaporan.

3.      Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan
Tujuan dan manfaat manajemen pendidikan antara lain:
1)      Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM)
2)      Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
3)      Terpenuhinya salah satu dari empat kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan (tertunjangnya kompetensi profesionalsebagai pendidik dan tenaga kependidikan sebagai manajer)
4)      Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien
5)      Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi kependidikan (tertunjangnya profesi sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan)
6)      Teratasinya masalah mutu pendidikan

B.     ADMINISTRASI PENDIDIKAN
1.      Perbedaan Administrasi dengan Manajemen
Dalam Bahasa Inggris, kata administration dan management digunakan dalan konteks dengan beberapa variasi pengertian. Namun, dalam beberapa konteks keduanya mempunyai persamaan arti dengan kandungan makna to control yang artinya mengatur dan mengurus. Sebagai ahli, berpendapat bahwa administrasi sama artinya dengan manajemen seperti yang dinyatakan Sutisna (1987) bahwa dalam pemakaiannya secara umum administrasi diartikan sama dengan manajemen dan administrator sama dengan manajer. Namun, sebagian ahli lainnya berpendapat bahwa administrasi berbeda dengan manajemen seperti yang dikemukakan Sutisna (1987) bahwa di bidang pendidikan, pemerintahan, rumah sakit, dan kemiliteran orang umumnya memakai istilah administrasi, sedangkan di bidang industri dan perusahaan digunakan istilah manajemen dan manajer. Jadi, administrasi lebih cocok digunakan untuk lembaga-lembaga pemerintah yang bersifat lebih mengutamakan kepentingan sosial sehingga pelaksanaannya disebut administrator, sedangkan manajemen lebh cocok untuk lembaga-lembaga swasta yang bersifat lebih mengutamakan kepentingan komersial sehingga pemimpinnya disebut manajer. Pada bidang pendidikan, orang yang mempunyai kewenangan struktural yang terletak pada garis otororitas, dimulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan seterusnya disebut administrator. Pada bidang bisnis, terminologi bisnis dikenakan pada mereka yang bertanggung jawab terhadap urusan-urusan yang berkaitan dengan bisnis (perdagangan). Perbedaannya terletak pada penugasan dan penetapan jabatan yang berkaitan dengan urusan.

2.      Pengertian Administrasi Pendidikan
Secara sederhana dan mudah, dapat dikatakan: “Administarsi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah itu.”Singkatnya: Administrasi pendidikan ialah pembinaan pengawasan dan pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan sekolah.Memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi.
a)      Hadari Nawawi mengatakan: Administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga pendidikan formal.
b)      Pendapat lain yang dikemukakan adalah batasan dari Engkoswara. Beliau mengatakan: Administrasi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimaldan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan pendidikan yang disepakati. Selanjutnya dikatakan, tujuan administrasi pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien.
c)      Menurut Ngalim Purwanto: Administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu, baik personel, spiritual dan material, yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.

Dari beberapa batasan di atas dapat disimpulkan bahwa: administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif.

3.      Tujuan Administrasi Pendidikan
Adapun tugas administrasi, tepatnya administrasi pendidikan, mengupayakan agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Secara agak rinci dan kewajiban administrasi sehubungan dengan tujuan pendidikan ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
1)      Berusaha agar tujuan pendidikan tampil secara formal dengan jalan merumuskan,menyeleksi,menjabarkan dan menetapkan tujuan pendidikan yang akan dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi pendidikan yang bersangkutan secara formal.
2)      Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga, sehingga tujuan pendidikan tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga.
3)      Memilih,menyeleksi,menjabarkan dan menetapkan proses berupa tindakan,kegiatan,dan pola kerja yang diperhitungkan dapat memberi hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Berkaitan dengan hal ini,perlu jugadiusahakan agar proses untuk mencapai tujuan nonpendidikan tidak telalu banyak sehingga menghambat tercapainya tujuan pendidikan.
4)      Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan dan lainnya dengan memantau memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan pada setiap tahap proses sistem. Pada dasarnya pengawasan ini lebih menekankan kepada usaha mengembalikan proses yang menyimpang pada hukum dan tahap perkembangan serta interaksinya, dan hukum-hukum untuk mewujutkan kesempurnaan,kebaikan serta kebahagiaan seperti yang diberikan Allah.
5)      Menilai hasil yang telah dicapai dan proses yang sedang atau telah belaku,mengupayakan agar informasi tentang hasil dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil selanjutnya.

Unsur lain yang penting dikemukakan dalam pendidikan ini dan mempunyai hubungan yang erat dengan administrasi pendidikan ialah unsur manusia. Pendidikan adalah upaya manusia demi manusia itu sendiri. Di dalam pendidikan itu terpaut manusia yang mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Sudah dapat dibayangkan bahwa tanpa koordinasi pengaturan kerja, penempatan serta pengarahan dan bimbingan proses dan tujuan pendidikan akan mengalami kegagalan. Dan itulah merupakan tugas dan kewajiban adminstrasi pendidikan yang berkaitan dengan manusia sebagai individu, anggota masyarakat, dan abdi Allah.


DAFTAR PUSTAKA


Abdulsyani, 1987. Manajemen Organisasi. Jakarta: PT. Bina Aksara

Daryanto, 2008. Administrasi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Manullang, 2006. Dasar- Dasar Manajemen. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Soepardi, Imam, 1988. Dasar-Dasar Administrasi Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Terry, George, dan Lesli W. Rue, 1991. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara

Usman, Husaini, 2006. Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Poskan Komentar